Kamis, 28 Juli 2022

DASAR LISTRIK

 1. Bahan Dasar Listrik

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa terlepas dari energi listrik karena merupakan
suatu energi yang selalu dibutuhkan di berbagai keperluan. Pernahkah kamu mengamati lampu-lampu di rumah ataupun di jalan? Pernahkah kamu berpikir tentang bahan penyusun lampu sehingga bisa membuatnya mengeluarkan cahaya?

Pada dunia elektronika maupun listrik pasti tidak asing dengan istilah bahan konduktor,biasanya terbuat dari bahan tembaga sebagai penghantarnya. Jika tidak ada penghantar tersebut maka sudah dapat dipastikan arus listrik tidak akan bisa mengalir.

Sewaktu di pendidikan sekolah dasar ataupun sekolah menengah, kamu mungkin pernah melakukan percobaan penggaris yang sudah digosokkan ke rambut untuk didekatkan ke potongan- potongan kertas sehingga kertas dapat tertarik oleh penggaris. Percobaan yang dinamakan listrik statis tersebut bisa terjadi karena adanya muatan listrik di antaranya ialah proton, neutron, elektron, dan kulit atom.

Di dalam atom terjadi gaya tarik menarik antara elektron dan proton. Listrik dapat terjadi akibat elektron yang berpindah 
atau mengalir dari satu tempat ke tempat lainnya. Baik itu dari tempat yang kelebihan elektron ke tempat yang kekurangan elektron. 


Gambar 1.1

    Orbit atom silikon dan germanium diperlihatkan dalam gambar. Atom silikon memiliki 14
proton dalam intinya, orbit elektron yang mengisi tiga pita orbitnya. Orbit terdalam diisi oleh dua elektron, orbit kedua dari dalam diisi oleh 8 elektron dan orbit terluar diisi oleh empat elektron, kita sebut silikon memiliki konfigurasi 2 - 8 - 4. Empat belas elektron yang mengorbit pada inti silikon berputar menetralkan muatan dari inti atom dari luar (secara listrik) adalah netral.

TAHUKAH KAMU? Pada dasarnya, semua benda yang ada di muka bumi ini,termasuk tubuh manusia mengandung muatan listrik.Maka dari itu kita harus bersyukur atas anugerah dari Tuhan ini.

Konduktor listrik adalah suatu zat atau bahan (cair, padat, atau gas) yang mampu menghantarkan arus listrik. Penghantar dapat berupa kabel (penghantar dengan selubung isolasi) atau kawat (penghantar tanpa isolasi). Kemampuan suatu zat atau bahan listrik dalam menghantarkan listrik disebut dengan konduktansi (G). Sedangkan, konduktivitas (σ) adalah nilai konduktansi bahan listrik pada satuan panjang (l) dan luas penampang (A). Mobilitas elektron- elektron dalam suatu bahan penghantar disebut dengan konduktivitas listrik.

Konduktivitas ditentukan oleh jenis atom dalam bahan (jumlah proton dalam setiap inti atom menentukan identitas kimianya) dan bagaimana atom-atom tersebut terhubung bersama satu dengan yang lain. Bahan dengan mobilitas elektron yang tinggi (banyak elektron bebas) disebut konduktor, karena bahan-bahan tersebut memiliki konduktivitas tinggi.

Bahan-bahan yang dipakai untuk konduktor harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Konduktivitasnya cukup baik.
2. Kekuatan mekanisnya (kekuatan tarik) cukup tinggi.
3. Koefisien muai panjangnya kecil.
4. Modulus elastisitasnya cukup besar.

Gambar 1.2 Kawat/Kabel

Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai konduktor, antara lain:

1. Logam biasa, seperti: tembaga, aluminium, besi, dan sebagainya.
2. Logam campuran (alloy), yaitu sebuah logam dari tembaga atau aluminium yang diberi dalam jumlah tertentu dari logam jenis lain, yang gunanya untuk menaikkan kekuatan mekanisnya.
3. Logam paduan (composite), yaitu dua jenis logam atau lebih yang dipadukan dengan cara
kompresi, peleburan (smelting) atau pengelasan (welding).

Pernahkah kamu mengamati nyala lampu LED? Dioda yang merupakan salah satu jenis semikonduktor ialah bahan utama lampu LED. Dalam pengetahuan bahan teknik listrik dikenal tiga jenis material, yaitu bahan konduktor, bahan semikonduktor, dan bahan isolator. Bahan konduktor memiliki sifat menghantar listrik yang tinggi, bahan konduktor dipakai untuk kabel atau kawat penghantar listrik, seperti tembaga, aluminium, besi, baja, dan sebagainya. Disebut semi atau setengah konduktor, karena bahan ini memang bukan konduktor murni.
Gambar 1.3

    Bahan semikonduktor memiliki sifat bisa menjadi penghantar atau bisa juga memiliki sifat menghambat arus listrik tergantung kondisi tegangan eksternal yang diberikan, bahan semikonduktor merupakan komponen pembuatan transistor,diode, thyristor, triac, GTO.

    Bahan semikonduktor yang banyak dikenal contohnya adalah Silicon (Si), Germanium (Ge), dan Galium Arsenida (GaAs). Germanium dahulu adalah bahan satu-satunya yang dikenal untuk membuat komponen semikonduktor. Namun belakangan, silikon menjadi popular setelah ditemukan. Silikon merupakan bahan terbanyak ke dua yang ada dibumi
setelah oksigen (O2). Atom menurut Bohr dimodelkan sebagai inti yang dikelilingi oleh elektron-
elektron yang mengorbit. Inti atom memiliki muatan positif, sedangkan elektron bermuatan negatif.
Inti atom cenderung menarik elektron yang berputar dalam orbitnya. Makin besar daya tarik dari inti,
kecepatan orbit elektron akan meningkat.

Kamu pasti pernah menjumpai bermacam-macam isolator di rumahmu. Salah satunya ialah pembungkus kabel sebagai penyekat dari konduktor yang berupa tembaga. Isolator adalah bahan listrik yang tidak mudah menghantarkan listrik dan rugi tegangan sebesar mungkin serta tidak bisa atau sulit melakukan perpindahan muatan listrik.

Dalam bahan isolator, valensi elektronnya terikat kuat pada atom-atomnya. Bahan-bahan ini lazim dipergunakan dalam peralatan listrik dan elektronika untuk alasan keamanan dan pencegahan terhadap bahaya sengatan arus listrik. Isolator digunakan pula sebagai penopang beban atau pemisah antara konduktor tanpa membuat adanya arus mengalir ke luar atau antara konduktor.

    Beberapa bahan seperti kaca, kertas, atau teflon merupakan bahan isolator yang sangat bagus. Beberapa bahan sintetis masih "cukup bagus" dipergunakan sebagai isolator kabel. Contohnya plastik atau karet. Bahan-bahan ini dipilih sebagai isolator kabel karena lebih mudah dibentuk / diproses sementara masih bisa menyumbat aliran listrik pada voltase menengah (ratusan, mungkin ribuan volt).

    Isolator merupakan bahan listrik yang mempunyai nilai resistansi atau daya hambat listrik
sangat tinggi, sehingga arus listrik tidak dapat mengalir melewatinya. Karena sifatnya yang tidak
menghantarkan arus listrik maka bahan ini banyak digunakan sebagai pelindung terhadap bahaya
sengatan arus listrik. Bahan isolator yang sering digunakan adalah gelas, mika, porselen, karet,
minyak trafo, dan pernis. Nilai resistansi isolator dalam satuan ohm, lazimnya bervariasi mulai dari :
10x109 = 10.000.000.000 Ω, hingga 10x1015=10.000.000.000.000.000 Ω.

Resistivitas = nilai resistansi bahan listrik pada satuan 6
panjang ( l ) dan luas penampang (A)
Permitivitas = suatu kuantitas fisik yang menggambarkan bagaimana medan listrik mempengaruhi dan dipengaruhi oleh suatu medium dielektrik

REFLEKSI DIRI

Setelah mempelajari tentang bahan-bahan dasar listrik di atas, untuk mengukur pemahaman yang
sudah kamu dapatkan, kerjakan soal-soal di bawah ini!

1. Apa yang kamu ketahui tentang konduktor? Dapatkah kamu menyebutkan apa saja contoh
konduktor di sekitarmu? Jika ya, sebutkan!

2. Bagaimanakah sifat-sifat bahan semikonduktor? Berikan satu contoh bahan semikonduktor
dan kegunaannya!

3. Mengapa isolator sulit untuk melakukan perpindahan muatan listrik?

Rabu, 27 Juli 2022

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

A.keselamatan Kerja 

Standar keselamatan kerja secara global tercantum dalam Occupational Safety and Heald Administration (OSHA).OSHA bertujuan meningkatkan kesehatan kerja bagi para pekerja sehingga mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang dapat merugikan perusahaan ataupun pekerja itu sendiri.Standar keselamatan kerja juga diatur dalam landasan hukum sebagai berikut :

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja.Undang-  Undang ini tidak hanya mengatur keselamatan kerja ,tetapi juga mengatur kesehatan kerja.Hal-Hal yang dijelaskan dalam UU Nomor 1 Tahun 1970 ,diantaranya mengenai tempat kerja,syarat keselamatan kerja,hak dan kewajiban pekerja,serta kewajiban pimpinan.

2.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan.Keselamatan dan Kesehatan Kerja diatur pada paragraf 5 pasal 86 (1) a,menjelaskan bahwa setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor Per-05//MEN/1996 tentang Sistem Manajemen K3.Peraturan ini menjadi pedoman dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

Keselamatan kerja dapat dimaknai sebagai tindakan yang dilakukan untuk melindungi pekerja yang berada di tempat kerja ,peralatan,benda kerja serta lingkungan agar aman dan terhindar dari kemungkinan terjadinya kecelakaan.keselamatan kerja menjadi bagian yang sangat penting dalam aktivits industri.Oleh karena itu ,setiap pekerja harus melaksanakannya.Bekerja dengan aman dan selamat merupakan harapan semua orang.

Ada sembilan hal yang perlu diperhatikan terkait keselamatan kerja sebagai berikut.

1. Tujuan keselamatan kerja 

    Ada tiga hal yang menjadi tujuan keselamatn kerja demi terwujudnya masyarakat dan lingkungan kerja yang aman ,sehat dan  sejahtera.

  1. Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja.
  2. Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
  3. Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional.

2. Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

    Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

  1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja.
  2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran.
  3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.
  4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.
  5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
  6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.
  7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.
  8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.
  9. Penerangan yang cukup dan sesuai.
  10. Suhu dan kelembaban udara yang baik.
  11. Menyediakan ventilasi yang cukup.
  12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.
  13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
  14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.
  15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.
  16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang
  17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.
  18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.
3. Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja serta Pengusaha dalam Pelaksanaan K3

Kewajiban Tenaga Kerja Terhadap Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 12 dimana terdapat 5 (lima) kewajiban utama tenaga kerja dalam penerapan K3 di tempat kerja, antara lain :

1. Memberi keterangan yang benar apabila diminta pegawai pengawas / keselamatan kerja.

2. Menggunakan (APD) Alat Pelindung Diri yang diwajibkan.

3. Memenui dan menaati semua syarat-syarat K3 yang diwajibkan.

4. Meminta phada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat-syarat K3 yang diwajibkan.

5. Menyatakan keberatan kerja dimana syarat K3 dan APD yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja merupakan tanggung-jawab bersama. Dengan saling menunaikan kewajiban di tempat kerja, maka diharapkan penerapan K3 dapat dilaksanakan dengan baik. Perusahaan dan tenaga kerja sama-sama memiliki kewajiban terhadap penerapan K3 di tempat kerja.

Kewajiban Pengusaha (Pengurus) Terhadap Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 14 yang mana terdapat 3 (tiga) kewajiban pengusaha (pengurus) terhadap penerapan K3 antara lain : 

  1. Menulis dan memasang semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan pada tempat-tempat yang   mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau Ahli K3 di tempat kerja yang dipimpinnya.

2.Memasang semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau Ahli K3 di tempat kerja yang dipimpinnya.

3.Menyediakan (APD) Alat Pelindung Diri yang diwajibkan pada tenaga kerja yang dipimpin maupun orang lain yang memasuki tempat kerja disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut pegawai pengawas atau Ahli K3 di tempat kerja yang dipimpinnya.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja merupakan tanggung-jawab bersama-sama. Dengan saling menunaikan kewajiban di tempat kerja, maka diharapkan penerapan K3 di tempat kerja dapat berjalan dengan baik. Perusahaan dan tenaga kerja sama-sama memiliki kewajiban terhadap penerapan K3 di tempat kerja.

 4. Penerapan K3 di Perusahaan atau Lingkungan Kerja

Dalam Rangka Mewujudkan K3LH di lingkungan perusahaan ,ada tiga hal yang dapat dilakukan oleh setiap insn perusahaan.

a. Mematuhi aturan-aturan terkait K3 yang berlaku di tingkat nasional maupun internasional

b.Menjaga serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dengan meminimalkan terjainya kecelakan kerja.

c.Menangani Masalah pencemaran lingkungan hidup yang terjadi secara efisien.

5. Rambu-rambu Keselamatn Kerja 

Upaya pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja,contohnya bengkel/laboratorium adalah dengan pemasangan rambu-rambu K3.Rambu-rambu K3 dapat berupa gambar ,poster ,tulisan,semboyan,serta simbol untuk mengingatkan pekerja  akan kondisi yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan.

Peran Rambu K3 adalah memperkecil resiko terjadinya kecelakaan kerja.

Dasar hukum yang mengatur tentang pemasangan rambu-rambu  K3 adalah sebagai berikut.

a. UU Nomor 1 Tahun 1970 Pasal 14b, berupa imbauan untuk memasang gambar keselamatan kerja serta semua bahan pembinaan lainnya di tempat yang mudah dilihat dan dibaca oleh pegawai,pengawas ,atau ahli keselamatan kerja.

b. Permenaker no 5 Tahun 1996 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3).Dalam permenaker ini ,dijelaskan bahwa pemasangan rambu-rambu keselamatan kerja dan tanda pintu darurat harus sesuai dengan standar dan pedoman.Rambu-rambu K3 yang dipasang pada tempat kerja dikelompokkan menjadi tiga bagian ,yaitu sebagai berikut.

1.Rambu-rambu yang menyatakan informasi



2.Rambu-rambu yng menyatakan perintah



3.Rambu-rambu yang menyatakan larangan



Selain rambu-rambu K3,perlu untuk memasang poster yang berkaitan dengan bidang pekerjaan yang dilaksanakan agar mencegah terjadinya kecelakaan kerja.Poster ini berisi pesan ajakan atau larangan berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja.Contoh poster yang berkaitan dengan pekerjaan listrik dan elektronika ,dapat dilihat sebagai berikut.



                            


6. Faktor-faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

     Sering kkali terjadi kecelakaan di tempat kerja,baik di bengkel ,pabrik maupun tempat kerja yang lain.Manusia buka satu-satunya faktor penyebab kecelakaan kerja.Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja adalah sebagai berikut.

a.Manusia

    Human error menyebabkan terjadinya kecelakaan pada saat karyawan melakukan pekerjaannya.Hal-hal dari diri manusia yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja antara lain,seperti kondisi kesehatan yang menurun,terlalu letih,banyak pikiran shingga menjdi stres,kurang kompeten,kurangnya pengetahuan yang dimiliki,bertindak gegabah,dan tidak mematuhi turan K3.Selain itu ada juga tindakan manusia yang bisa menimbulkan kecelakaan kerja ,yaitu bercanda saat bekerja,tidak memiliki alat pelindung diri ,menggunakan peralatan yang salah dan penempatan barang yang tidak benar.

b.Peralatan

    Kecelakaan kerja yang disebabkan oleh peralatan umumnya disebabka oleh peralatan yang rusak dan tidak menggunakan alat pengaman.

c.Lingkungan

    Kondisi lingkungan yang kotor,tidak teratur,dan tidak emenuhi persyaratan juga dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja.

7.Macam- macam Bahaya    

    Bahaya dapat diartikan sebagai suat kondisi ,kegiatan,bahan,peralatan,dan cara kerja yang dapat menyebabkan timbulnya sakit atau kecelakaan kerja.Faktor-faktor penyebab bahaya pada tempat kerja antara lain sebagai berikut.

a. Faktor bahaya biologis,misalnya akibat dari serangga dan bakteri.

b. Bahay karena bahan kimia,yaitu adanya zat/gas beracun ,zat mudah meledak,bahan mudah terbakar ,korosif ,dan bahan radio aktif.



c. Bahya fisik diantaranya suara bising,pencahayaa,suhu,dan getaran.

d.Bahaya psikologis,antara lain disebabkan oleh stres,komunikasi yang tida harmonis,serta tekanan karena ada masalah.

e.Bahaya erganomis diantaranya ruang gerak yang sempit dan posisi kerja yang membahayakan postur tubuh.

f. Bahaya peralatan bergerak maupun peralatan tidak bergerak diantaranya disebabkan oleh gerinda,van belt,genangan air dan peralatan yang rusak




Selasa, 26 Juli 2022

PAM (Pemrograman dan Aplikasi Mikrokontroler)

 APRESIASI

Algoritma adalah : Jantung ilmu komputer atau informatika

Dalam kehidupan sehari-hari banyak terdapat proses yang dinyatakan dalam suatu algoritma .

                Secara umum ,pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut pemroses (processor).Pemroses tersebut dapat berupa manusia,komputer,robot atau alat-alat elektronik lainnya.Pemroses melakuan suatu proses dengn melksanakan atau mengeksekusi algoritma yang menjabarkan proses tersebut.

                Mikroprosesor ialah suatu IC yang bertindak sebagai otak untuk mengolah sistem sebuh komputer.

                Sebuah mikroprosesor mengontrol semua fungsi dari CPU dari komputer atau perangkat digital lainnya.Mikroprosesor diprogram untuk memberi dan menerima instruksi komponen lain dari perangkat.Sistem ini dapat mengontrol segala sesuatu dari perangkat kecil seperti kalkulator dan ponsel hingga mobil besar.

A. ALGORITMA PEMROGRAMAN

* Dalam matematika dan ilmu komputer,algoritma adalah urutan atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah yang ditulis secara berurutan .

*Algoritma pemrograman adalah urutan atau langkah – langkah untuk menyelesaikan masalah pemrograman komputer.

*Dalam pemrograman ,hal yang paling penting untuk dipahami adalah logika kita dalam berpikir bagiamana cara untukmemecahkan masalah pemrograman yag akan dibuat.

 

1.Sejarah Singkat Algoritma

Algoritma berasal dari kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka Arab

Algorithm/algoritma berasal dari nama penemunya,yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi.Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi algorism.

Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al-Jabar Walmuqobala yang artiya “ Buku pemugaran dan pengurangan (The book of restoration and reduction). Al-khuwarizmi juga dikenal sebagai penemu aljabar atau algebra serta beliau ini adalah seorang ahli astronomi pada masanya.

 




 

2.Algoritma

 

Algoritma secara singkat dapat didefinisikan sebagai langkah-langkah sistematis dan logis dalam menyelesaikan suatu masalah

a. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma

1. Algoritma haruslah benar

    Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan .Tidak peduli sebagus apapun algoritma,jika membeikan keluaran yang salah,pastilah algorita tersebut bukanlah algoritma yang baik.

2. Mengetahui seberapa baik hasil yang dicapai oleh algoritma

    Hal ini penting terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan aproksimasi hasil (hasil yang berupa pendekatan).algoritma yang baik harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai sebenarnya.

3. Efisiensi Algoritma

    Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari dua hal yaitu efisiensi waktu dan memori.Semakin cepat algoritma menghasilkan output semakin bagus.Semakin kecil memori yang terpakai semakin bagus algoritma tersebut.

b. Sifat ,Struktur Dasar,an Cara penulisan algoritma

1.Tidak menggunakan simbul atau sintaks dari suatu bahasa pemrograman tertentu.

2.Tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman tertentu.

3.Notasi-notasinya dapat digunakan untuk seluruh bahasa manapun

4.Dapat digunakan untuk mepresentasikan suatu urutan kejadian secara logis dan dapat diterapkan disemua kejadian sehari-hari.

Penyusun atau struktur dasar algoritma adalah langkah-langkah.Suatu algoritma dpat terdiri tiga struktir dasar ,yaitu runtunan ,pemilihan dan pengulangan .

Ketiga jenis langkah tersebut membentuk konstruksi suatu algoritma.

1.Runtutan (Sequence)

Sebuah runtutan terdiri dari suatu atau lebih Instuksi.Tiap instruksi dikerjakan secara berurutan sesuai dengan uruta penulisannya,yaitu sebuah instruksi dilaksanakan setelah instruksi sebelum selesai dikerjakan.Urutan dari instruksi menentukan hasil akhir dari suatu algoritma.Bila urutan penulisan berubah,maka mungkin juga hasil akhirnya berubah.Perhatikan contoh operasi aritmatika berikut ini,

(4+3)*7 = 49,tetapi bila urutan aksinya diubah ,maka hasil keluaranakan berbeda menjadi 4+(3*7)=25.

2.Pemilihan (Selection)

* Pemilihan yaitu instruksi yang dikerjakan dengn kondisi tertentu.

*Kondisi adalah persyaratan yang dapat bernilai benar atau salah.Satu atau beberapa instruksi hanya dilaksanakan apabila kondisi bernilai benar.Sebaliknya ,apabila salah,maka instruksi tidak akan diaksanakan.

Contoh kasus pemilihan adalah dalam penentuan bilangan genap atau ganjil sebagai berikut :

a.Masukkan bilangan sebagai sebuah bilangan bulat.

b. Bagi bilangan dengan angka 2,simpan nilai sisa pembagin dalam variabel sisa.

c.Jika nilai sisa sama dengan 0,maka kerjakan langkah d.

d.Tampilkan GENAP ke layar.

e.Jika nilai sisa tidak sama dengan 0,maka kerjakan langkah f.

f. Tampilkan GANJIL ke layar.

g. Selesai

 

3.Pengulangan (Repetition)

Salah satu kelebihan komputer adalah kemampuannya untuk mengerjaan pekerjaan yang sama berulang kali tnpa mengenal lelah.User tidak perlu menulis instruksi yang sama berulang kali ,tetapi cukup melakukan pengulangan dengan instruksi yang tersedia.

                Beberapa statment pengulangan di bahasa pemrograman ,yaitu for.....,while()....,do....while(),repeat..... Until,for....down  to....do,  for...to...do dan lain-lain.Contohnya adalah menampilkan huruf-huruf tertentu sebanyak n kali ke layar sebagai berikut :

a. Deklarasikan variabel huruf untuk menyimpan karakter yang akan ditampilkan.

b.Deklarasikan variabel counter yang digunakan sebagai counter pengulangan yang sudah dilakukan.

c.Deklarasikan variabel counter yang digunakan sebagai counter perulangan yang sudah dilakukan.

d.Masukkan sebuah karakter dan simpan dalam variabel huruf.

e.Masukkan banyaknya perulangan yang diinginkan dan simpan dalam variabel n.

f. Set nilai counter dengan 0

g.Tampilkan huruf ke layar 

h.lakukan penambahan counter dengan 1.

i.Jika nilai counter <n,kerjakan langkah f.

j.Jika nilai counter =n selesai

C. Notasi Penulisan Algoritma

Beberapa notasi yang digunakan dlam penulisn algoritma diantaranya :

1.       1. Notasi yang dinyatakan dalam kalimat Deskriptif

                Dengan notasi ini,deskripsi setiap langkah djelaskan dengan bahasa yang jelas.Notasi ini cocok untuk algoritma yang pendek ,namun untuk masalah yang algoritmanya besar,notasi ini jelas tidak efektif .selain itu ,pengoperasian notasi algoritma ke notasi bahasa pemrograman cenderung relatif sukar.

Contoh:
Agoritma Bilngan Maksimum

Diberikan tiga buah bilangan bulat .Carilah bilangan bulat maksimum diantara ketiga bilngan tersebut.

Deskripsi :

a.Baca bilangan 1

b.Baca bilangan 2

c. Bandingkan bilngan 1 dan bilangan 2,kita ambil yang lebih besar. Jika kedua bilangan tersebut sama besar ,dapat kita ambil bilangan 1 dan sebut bilangan tersebut MAX

d.Baca bilangan 3

e.Bandingkan MAX dengan bilangan 3 dan pilih yang lebi besar.Jik kedua sama besar,pilih MAX dan sebut ilangan tersebut MAX.

f.Keluaran sebagai output MAX.

2.Notasi yang dinyatakan dengan Pseudo Code

Pseudo Code adalah notasi yng menyerupai bahasa pemrograman tingkat tinggi.Keuntungan menggunakan notasi pseudo code adalah kemudahan mengonversinya lebih tepat yang disebut mentranslasi ke notasi bahasa pemrograman,karena terdapat korespondensi antara setiap pseudo code dengan notasi bahasa pemrograman.

                Contoh :

Algoritma Bilangan Maksimum

{Dibaca tiga buah bilangan dari peranti masukan .Carilah bilangan bulat maksium diantara ketiga bilangan tersebut}

Deklarasi :

Bil1,Bil2,Bil3 : integer {bilangan yang dicari maksimumnya}

MAX: integer {variabel bantu}

Deskripsi :

Read(Bil1,Bil2)

IfBil1>   = Bil 2 then

Bil1                        = MAX

Else Bil2                = MAX

Read (Bil3)

If Bil3 > = MAX then

Bil3         = MAX

Write     = (MAX)

3.Notasi yang dinyatakan dalam flowchart

Sama halnya dengan notasi deskriptif .notsi ini cocok untuk algoritma yang pendek ,namun untuk masalah yang algoritmanya besar,notasi ini jeas tidak efektif.Selain itu,pengonversian notasi algoritma ke notasi pemrograman cenderung relatif sukar.Contoh : Algoritma Bilangan Maksimum dalam Flowchart.

Aturan umum flowchart

Semua simbol dari flowchart dihubungkan oleh garis aliran (arrows) yang mengindikasikan arah aliran bukan garis biasa.

Garis aliran memasuki bagian atas simbol dan keluar dari bagian bawah, kecuali untuk simbol keputusan (decision), yang memiliki garis aliran yang keluar dari bawah atau samping.

Aliran proses bergerak dari atas ke bawah.

Awal dan akhir pada flowchart disimbolkan dengan terminal.

 

 

Pertanyaan : 

 

1.Sebutkan 3 Notasi Algoritma yang dapat dipresentasikan !

2.Jelaskan tentang 3 notasi algoritma tersebut !

3.Sebutkan aturan umum flowchart !

4.Gambarkan bagan flowchart menurut pemahaman kalian masing-masing,dan upload foto gambar bagan flowchart tersebut di lembar jawaban google form !

 


Sejarah dan Perkembangan Teknologi Rekaman Audio

Teknologi rekaman audio secara garis besar dibagi menjadi tiga era utama: Era Akustik/Mekanis , Era Elektrik (Analog) , dan Era Digital . 1....