Pengertian Resistor
Resistor merupakan suatu komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik yang paling sering ditemukan dalam Rangkaian Elektronika.Resistor dapat diukur menggunakan AVO Meter atau Multi Tester. Pada
dasarnya resistor ini
masih dibagi menjadi 4 jenis yaitu :
Fixed Resistor
Variable Resistor
Light Dependent Resistor
Fungsi Resistor
Sebagai penahan arus listrik.
Sebagai pengurang nilai arus listrik (ampere).
Sebagai pembagi tegangan (Menggunakan rangkaian pembagi
tegangan).
Sebagai pengurang nilai tegangan (Volt).
Kode Warna Resistor
Cara yang digunakan untuk membaca nilai resistansi (Ohm) pada resistor adalah dengan melihat tabel kode warna resist
Pada dasarnya cara membaca kode warna resistor ini sangatlah
mudah asalkan kita tahu dari setiap nilai dari warna gelang tsb. Untuk
mempermudah membaca kode warna tsb dibuatlah sebuah tabel nilai resistor seperti
di bawah. Berdasarkan pembacaan kode warnanya resistor ini dibedakan menjadi 3
jenis yaitu :
Kode Warna Resistor 4 Gelang
Kode Warna Resistor 5 Gelang
Terlihat pada gambar bahwa :
Gelang ke-1 menentukan digit pertama
Gelang ke-2 menentukan digit kedua
Gelang ke-3 menentukan pengali (dikali 101 atau 102 atau
103 dan seterusnya)
Kode Warna Resistor 5 Gelang
Terlihat pada gambar bahwa :
Gelang ke-1 menentukan digit pertama
Gelang ke-2 menentukan digit kedua
Gelang ke-3 menentukan digit ketiga
Gelang ke-4 menentukan pengali
Gelang ke-5 menentukan Toleransi
Perbedaan resistor 6 warna ini adalah terdapat nilai
toleransi suhu di digit paling akhir.
Gelang ke-1 menentukan digit pertama
Gelang ke-2 menentukan digit kedua
Gelang ke-3 menentukan digit ketiga
Gelang ke-4 menentukan Pengali
Gelang ke-5 menentukan Toleransi
Cara Menghitung Resistor
Soal 1
Resistor tsb mempunyai 5 gelang warna, jadi kita menggunakan
tabel resistor 5 warna :
Gelang pertama warna coklat nilainya : 1
Gelang ke - dua warna hitam nilainya : 0
Gelang ke - tiga warna hitam nilainya : 0
Gelang keempat warna orange nilainya : 103
Gelang ke - lima warna cokalt nilainya : 1%
Jadi nilai resistansi pada resistor tsb adalah 100 K Ohm
dengan toleransi 1%
Soal 2
Gelang pertama warna hijau nilainya : 5
Gelang ke - dua warna biru nilainya : 6
Gelang ke - tiga warna coklat nilainya : 101
Gelang ke - lima warna emas nilainya : 5%
Jadi nilai resistansi pada resistor tsb adalah 560 Ohm
dengan toleransi 5%
Jenis Resistor
Resistor jenis ini paling banyak dan umum digunakan pada
rangkaian elektronika dan juga paling mudah dijumpai di toko elektronik. Untuk
membaca nilai resistansi atau tahanan pada resistor ini kita tinggal melihat
warna gelang pada resistor. Resistor jenis ini dibagi menjadi tiga yaitu :
1. Carbon Composition Resistor atau Resistor Komposisi
Karbon
Resistor jenis ini terbuat dari dua komposisi bahan yaitu
karbon halus yang dicampur dengan bahan isolasi bubuk sebagai pengikatnya untuk
mendapatkan nilai hambatan yang diinginkan. Semakin banyak bahan dari karbonnya
maka nilai resistansinya semakin rendah.
Toleransi dan stabilitas yang dihasilkan dari resistor
komposis karbon ini relatif buruk dan juga menghasilkan lebih banyak noise
dibanding tipe resistor lainnya. Kekurangan lainnya dari hambatan jenis ini
yaitu koefisien suhu yang sangat tinggi saat di operasikan dalam rangkaian
elektronika.
2. Carbon Film Resistor atau Resistor Film Karbon
Hambatan jenis Carbon Film ini terbuat dari bahab film tipis
dicampur dengan karbon yang diendapkan Subtrat isolator dan dipotong berbentuk
spiral.
Nilai resistansinya bergantung pada komposisi karbon dan
isolator. Semakin banyak bahan film karbonnya semakin rendah pula nilai
resistansinya.
Jika dibandingkan dengan Carbon Composition
Resistor, Hambatan jenis ini dinilai lebih baik karena memiliki
toleransi dan stabilitas yang cukup baik, serta tidak menghasilkan banyak
noise.
Selain itu hambatan ini juga mempunyai toleransi yang lebih
rendah dan juga rendahnya kepekaan terhadap suhu.
3. Metal Film Resistor atau Resistor Film Logam
Metal Film Resistor terbuat dari lapisan Film logam yang
tipis dan dicampur subtrat Keramik kemudian dipotong berbentuk spiral. Nilai
Resistansi resistor tsb dipengaruhi oleh panjang, lebar dan ketebalan
spiral logam.
Secara keseluruhan, Resistor jenis Metal Film ini merupakan
yang terbaik diantara Fixed resistor lainnya yaitu (Carbon Composition Resistor
dan Carbon Film Resistor) karena Memiliki daya rendah hingga menengah,
toleransi serta stabilitas yang dihasilkan sangat baik, dan juga hampir tidak
ada noise yang dihasilkan.
B. Resistor Variable
Variabel resistor adalah resistor yang dapat kita rubah
nilainya sesuai dengan kebutuhan rangkaian.Pada dasarnya variabel resistor
dibagi menjadi 3 yaitu :
1. PotensioMeter Rotary
Potensio meter ini merupakan sebuah variabel resistor yang
mempunyai 3 buah kaki dimana kaki tengah adalah outputnya. Untuk mengatur
resistansi pada potensiometer rotary kita tingga memutar wiper-nya kenan dan ke
kiri. Rentang resistansi potensio meter yag tersedia di pasaran adalah antara
1K ohm - 10K ohm.
2. PotensioMeter Silder
Pada potensiometer slider cara untuk mengatur resistansinya
adalah dengan menggeser tuas tsb ke kanan dan ke kiri. Akan tetapi potensio
jenis ini sangat jarang digunakan dan agak sulit ditemukan di pasaran.
2. Trimpot
Pada dasarnya trimpot ini juga hampir sama dengan potensio
meter dimana mempunyai 3 kaki atau pin dan kaki tengah sebagai output. Cara
mengatur resistansi pada hambatan ini juga sama yaitu dengan memutar wipernya
kenan atau ke kiri.
Perbedaan mendasar antara potensio meter dengan trimpot
adalah ukurannya yang lebih kecil dari potensio dan resistansi trimpot jauh
lebih kecil yaitu antara 100 ohm- 1k ohm
3. Rheostat
Tidak seperti jenis resistor lainnya hambatan jenis ini
dibuat khusus untuk jumlah arus dan tegangan yang sangat tinggi. Rheostat hanya
mempunyai dua pin atau kaki yang digunakan sebagai input dan output.
C. LDR (Light Dependent Resistor)
LDR adalah sebuah resistor yang sangat peka terhadap
intensitas cahaya. Hambatan jenis ini akan naik atau turun nilainya bergantung
daripada cahaya yang diterimanya. Salah satu rangkaian sederhana yang sangat
populer menggunakan komponen elektronika jenis ini adalah rangkaian lampu
otomatis.
Jadi ketika malam hari resistansi dari LDR akan sangat
rendah karena tidak adanya cahaya sehingga arus akan mampu untuk mengalir ke
lampu sehingga lampu menyala dan sebaliknya ketika siang hari karena LDR ini
sangat peka cahaya maka resistansinnya akan meningkat sehingga arus tidak akan
bisa lewat ke beban lampu yang mengakibatkan lampu mati.
Thermistor adalah resistor yang sangat peka terhadap suhu.
Besar kecilnya tahanan (Ohm) pada thermistor ditentukan oleh suhu di sekitar
thermistor. Thermistor dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) -
Semakin tinggi suhu maka resistansinya semakin kecil.
2. Thermistor PTC (Positive Temperature Coefficient) -
Semakin tinggi suhu maka resistansinya semakin besar.
Rangkaian sederhana yang sangat poluler menggunakan thermistor adalah rangkaian alarm untuk kebakaran dimana menggunakan thermistor NTC. Jadi ketika thermistor mendeteksi suhu ruangan melebihi batas normal maka tahanan pada thermistor akan turun drastis. Hal tsb membuat listrik akan mengalir ke alarm sehingga membuat alarm menyala.



.jpg)




