Rabu, 24 Agustus 2022

RESISTOR

 Pengertian Resistor

    Resistor merupakan suatu komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik yang paling sering ditemukan dalam Rangkaian Elektronika. 
    Hampir setiap peralatan Elektronika menggunakannya. Pada dasarnya Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. 
    Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf “R”. Satuan Hambatan atau Resistansi Resistor adalah OHM (Ω). Sebutan “OHM” ini diambil dari nama penemunya yaitu George Simon Ohm yang juga merupakan seorang Fisikawan Jerman. Dalam membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika, Resistor bekerja berdasarkan Hukum Ohm.



Resistor dapat diukur menggunakan AVO Meter atau Multi Tester. Pada dasarnya resistor ini masih dibagi menjadi 4 jenis yaitu :

Fixed Resistor

Variable Resistor 

Light Dependent Resistor

Thermal Resistor

Fungsi Resistor 

Sebagai penahan arus listrik.

Sebagai pengurang nilai arus listrik (ampere).

Sebagai pembagi tegangan (Menggunakan rangkaian pembagi tegangan).

Sebagai pengurang nilai tegangan (Volt).

 

Kode Warna Resistor

Cara yang digunakan untuk membaca nilai resistansi (Ohm) pada resistor adalah dengan melihat tabel kode warna resist

Pada dasarnya cara membaca kode warna resistor ini sangatlah mudah asalkan kita tahu dari setiap nilai dari warna gelang tsb. Untuk mempermudah membaca kode warna tsb dibuatlah sebuah tabel nilai resistor seperti di bawah. Berdasarkan pembacaan kode warnanya resistor ini dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :

Kode Warna Resistor 4 Gelang

Kode Warna Resistor 5 Gelang

Kode Warna Resistor 6 Gelang


Terlihat pada gambar bahwa :

Gelang ke-1 menentukan digit pertama

Gelang ke-2 menentukan digit kedua

Gelang ke-3 menentukan pengali (dikali 101 atau 102 atau 103 dan seterusnya)

 



Kode Warna Resistor 5 Gelang

Terlihat pada gambar bahwa :

Gelang ke-1 menentukan digit pertama

Gelang ke-2 menentukan digit kedua

Gelang ke-3 menentukan digit ketiga

Gelang ke-4 menentukan pengali

Gelang ke-5 menentukan Toleransi

Kode Warna Resistor 6 Gelang


Perbedaan resistor 6 warna ini adalah terdapat nilai toleransi suhu di digit paling akhir. 

Gelang ke-1 menentukan digit pertama

Gelang ke-2 menentukan digit kedua

Gelang ke-3 menentukan digit ketiga

Gelang ke-4 menentukan Pengali

Gelang ke-5 menentukan Toleransi

Gelang ke-6 menentukan Toleransi suhu

Cara Menghitung Resistor

 

Soal 1

Contohnya misalkan berapakah nilai resistansi pada resistor di bawah ini :

Resistor tsb mempunyai 5 gelang warna, jadi kita menggunakan tabel resistor 5 warna :

Gelang pertama warna coklat nilainya   : 1

Gelang ke - dua warna hitam nilainya   : 0

Gelang ke - tiga warna hitam nilainya   : 0

Gelang keempat warna orange nilainya : 103

Gelang ke  - lima warna cokalt nilainya : 1%

Jadi nilai resistansi pada resistor tsb adalah 100 K Ohm dengan toleransi 1%

 

Soal 2

berapakah nilai resistansi pada resistor di bawah ini :






Resistor tsb mempunyai 4 gelang warna, jadi kita menggunakan tabel resistor 5 warna :

Gelang pertama warna hijau nilainya   : 5

Gelang ke - dua warna biru nilainya    : 6

Gelang ke - tiga warna coklat nilainya : 101

Gelang ke - lima warna emas nilainya : 5%

Jadi nilai resistansi pada resistor tsb adalah 560 Ohm dengan toleransi 5%

 

Jenis Resistor

A. Resistor nilainya tetap (Fixed Resistor)





Resistor jenis ini paling banyak dan umum digunakan pada rangkaian elektronika dan juga paling mudah dijumpai di toko elektronik. Untuk membaca nilai resistansi atau tahanan pada resistor ini kita tinggal melihat warna gelang pada resistor. Resistor jenis ini dibagi menjadi tiga yaitu :

 

1. Carbon Composition Resistor atau Resistor Komposisi Karbon

Resistor jenis ini terbuat dari dua komposisi bahan yaitu karbon halus yang dicampur dengan bahan isolasi bubuk sebagai pengikatnya untuk mendapatkan nilai hambatan yang diinginkan. Semakin banyak bahan dari karbonnya maka nilai resistansinya semakin rendah.

 

Toleransi dan stabilitas yang dihasilkan dari resistor komposis karbon ini relatif buruk dan juga menghasilkan lebih banyak noise dibanding tipe resistor lainnya. Kekurangan lainnya dari hambatan jenis ini yaitu koefisien suhu yang sangat tinggi saat di operasikan dalam rangkaian elektronika.

 

2. Carbon Film Resistor atau Resistor Film Karbon

Hambatan jenis Carbon Film ini terbuat dari bahab film tipis dicampur dengan karbon yang diendapkan Subtrat isolator dan dipotong berbentuk spiral. 

Nilai resistansinya bergantung pada komposisi karbon dan isolator. Semakin banyak bahan film karbonnya semakin rendah pula nilai resistansinya.

Jika dibandingkan dengan Carbon Composition Resistor, Hambatan jenis ini dinilai lebih baik karena memiliki toleransi dan stabilitas yang cukup baik, serta tidak menghasilkan banyak noise. 

 

Selain itu hambatan ini juga mempunyai toleransi yang lebih rendah dan juga rendahnya kepekaan terhadap suhu.

 

3. Metal Film Resistor atau Resistor Film Logam

Metal Film Resistor terbuat dari lapisan Film logam yang tipis dan dicampur subtrat Keramik kemudian dipotong berbentuk spiral. Nilai Resistansi resistor tsb dipengaruhi oleh panjang, lebar  dan ketebalan spiral logam.

 

Secara keseluruhan, Resistor jenis Metal Film ini merupakan yang terbaik diantara Fixed resistor lainnya yaitu (Carbon Composition Resistor dan Carbon Film Resistor) karena Memiliki daya rendah hingga menengah, toleransi serta stabilitas yang dihasilkan sangat baik, dan juga hampir tidak ada noise yang dihasilkan.

 

B. Resistor Variable





Variabel resistor adalah resistor yang dapat kita rubah nilainya sesuai dengan kebutuhan rangkaian.Pada dasarnya variabel resistor dibagi menjadi 3 yaitu :

 

1. PotensioMeter Rotary

Potensio meter ini merupakan sebuah variabel resistor yang mempunyai 3 buah kaki dimana kaki tengah adalah outputnya. Untuk mengatur resistansi pada potensiometer rotary kita tingga memutar wiper-nya kenan dan ke kiri. Rentang resistansi potensio meter yag tersedia di pasaran adalah antara 1K ohm - 10K ohm. 

 

2. PotensioMeter Silder

Pada potensiometer slider cara untuk mengatur resistansinya adalah dengan menggeser tuas tsb ke kanan dan ke kiri. Akan tetapi potensio jenis ini sangat jarang digunakan dan agak sulit ditemukan di pasaran.

 

2. Trimpot

Pada dasarnya trimpot ini juga hampir sama dengan potensio meter dimana mempunyai 3 kaki atau pin dan kaki tengah sebagai output. Cara mengatur resistansi pada hambatan ini juga sama yaitu dengan memutar wipernya kenan atau ke kiri.

 

Perbedaan mendasar antara potensio meter dengan trimpot adalah ukurannya yang lebih kecil dari potensio dan resistansi trimpot jauh lebih kecil yaitu antara 100 ohm- 1k ohm

 

3. Rheostat

Tidak seperti jenis resistor lainnya hambatan jenis ini dibuat khusus untuk jumlah arus dan tegangan yang sangat tinggi. Rheostat hanya mempunyai dua pin atau kaki yang digunakan sebagai input dan output.

C. LDR (Light Dependent Resistor)





LDR adalah sebuah resistor yang sangat peka terhadap intensitas cahaya. Hambatan jenis ini akan naik atau turun nilainya bergantung daripada cahaya yang diterimanya. Salah satu rangkaian sederhana yang sangat populer menggunakan komponen elektronika jenis ini adalah rangkaian lampu otomatis. 

 

Jadi ketika malam hari resistansi dari LDR akan sangat rendah karena tidak adanya cahaya sehingga arus akan mampu untuk mengalir ke lampu sehingga lampu menyala dan sebaliknya ketika siang hari karena LDR ini sangat peka cahaya maka resistansinnya akan meningkat sehingga arus tidak akan bisa lewat ke beban lampu yang mengakibatkan lampu mati.

 

D. Resistor Peka Suhu (Thermistor)




Thermistor adalah resistor yang sangat peka terhadap suhu. Besar kecilnya tahanan (Ohm) pada thermistor ditentukan oleh suhu di sekitar thermistor. Thermistor dibagi menjadi 2 yaitu :

1. Thermistor NTC (Negative Temperature Coefficient) - Semakin tinggi suhu maka resistansinya semakin kecil.

2. Thermistor PTC (Positive Temperature Coefficient) - Semakin tinggi suhu maka resistansinya semakin besar.

 

Rangkaian sederhana yang sangat poluler menggunakan thermistor adalah rangkaian alarm untuk kebakaran dimana menggunakan thermistor NTC. Jadi ketika thermistor mendeteksi suhu ruangan melebihi batas normal maka tahanan pada thermistor akan turun drastis. Hal tsb membuat listrik akan mengalir ke alarm sehingga membuat alarm menyala.




Sejarah dan Perkembangan Teknologi Rekaman Audio

Teknologi rekaman audio secara garis besar dibagi menjadi tiga era utama: Era Akustik/Mekanis , Era Elektrik (Analog) , dan Era Digital . 1....